Komunikasi bisnis lintas budaya

 


Komunikasi bisnis lintas budaya adalah proses komunikasi dalam dunia bisnis yang melibatkan individu atau kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mencapai pemahaman yang efektif dan menghindari kesalahpahaman yang disebabkan oleh perbedaan budaya, seperti bahasa, nilai, norma, dan perilaku. Dalam konteks bisnis, komunikasi lintas budaya sangat penting untuk membangun hubungan baik, negosiasi yang sukses, dan kesuksesan dalam pasar global. 

Komunikasi antarbudaya dan komunikasi lintas budaya merupakan bentuk komunikasi heterofilus (heterophilus communication) yang wajar terjadi di era globalisasi seperti saat ini. Komunikasi heterofilus merupakan proses komunikasi yang terjadi di antara individu-individu yang memiliki perbedaan satu sama lain.


Komunikasi antar budaya (intercultural communication) merupakan kajian komunikasi yang berfokus pada praktik komunikasi interpersonal yang terjadi di antara individu-individu yang memiliki perbedaan latar belakang kultural. Unit analisis yang ada dalam kajian ini adalah relasi dan praktik komunikasi interpersonal di antara mereka. Bentuk-bentuk komunikasi antarbudaya antara lain komunikasi antara suku bangsa yang berbeda, kelompok agama yang berbeda, negara-negara yang berbeda, subkultur yang berbeda, serta jenis kelamin yang berbeda.


Contoh komunikasi antarbudaya:

1. Komunikasi antara orang Jawa dan orang Batak;

2. Komunikasi antara pemeluk agama Islam dan pemeluk agama Kristen;

3. Komunikasi antara warga negara Indonesia dan Jerman;

4. Komunikasi antara guru dengan polisi, ATC dan pilot, atau fotografer dengan modelnya; dan

5. Komunikasi antara wanita dan pria.

Sedangkan komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) merupakan kajian komunikasi yang berfokus pada perbandingan praktik-praktik komunikasi yang terjadi di berbagai budaya. Salah satu dimensi yang digunakan untuk menjelaskan persaamaan dan perbedaan tersebut dalam level kultural dan individual adalah dimensi individual dan kolektif (individualism-collectivism). Bentuk-bentuk komunikasi lintas budaya kemudian memiliki perbandingan berdasarkan peran individu dalam budaya vertikal dan horizontal. Budaya horizontal (horizontal cultures) merupakan budaya yang bersifat sejajar di antara orang-orang yang memiliki posisi yang setara. Budaya vertikal (vertical cultures) merupakan budaya yang bersifat dari atas ke bawah, dari orang yang memiliki posisi lebih tinggi kepada orang yang posisinya lebih rendah.



Contoh komunikasi lintas budaya:

1. Seseorang yang menjunjung tinggi budaya individual mereka akan bersikap sesuai dengan norma dan peraturan dalam konteks tertentu bahkan hingga di lingkungan kerja mereka; dan

2. Tidak jarang individu memberikan perlakuan istimewa bagi orang-orang tertentu yang umumnya adalah bagian dari ingroup yang sama dengannya; dan

3.


Individu dalam budaya kolektivistik cenderung bersikap partikular dan menerapkan perbedaan standar nilai bagi anggota ingroup dan outgroup-nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSRB Cingkrik merah